Senin, 14 November 2011

Aku Patut Dihargai

Ada seorang anak kecil yang melihat kelinci-kelinci yang lucu. Ia mendatangi penjual kelinci itu.

Ada banyak anak kelinci yang lucu, dengan berbagai warna. Anak kecil itu melihat ada seekor kelinci yang menurutnya sangat lucu. Ia bertanya pada penjual,
“berapa harga kelinci ini Pak? dan penjual itu pun menjawab “Kelinci inikah yang adek mau? Ini buat adek saja, ini kelinci yang kakinya cacat”

Anak kecil itu kembali membalas “Ayo to Pak, kasih saja harganya berapa?” Dan penjual itupun kembali menjawab “Ini gratis buat adek, tak usah dihargai, inikan cuma kelinci yang cacat”. Anak kecil itu kembali bertanya “Berapa pak?” dan penjual itu kembali menjawab juga “Tidak usah”

Setelah itu anak kecil itu membuka, mengangat celananya, mempertunjukannya pada si penjual itu. Dan ia berkata “Lihat pak, kaki saya juga cacat, sama seperti kelinci itu, tak bisa berlari dan melompat dengan sempurna, Kami juga ingin dihargai pak”.

Sejak itulah si pedagang menangis, dan berjanji akan mendoakan anak itu.
Mungkin saya dan kita sering memandang orang yang cacat itu seperti kelinci lucu itu, ketika ada kekurangan pada diri seseorang kita cenderung untuk tidak menghargai. Seolah-olah itu hal yang biasa, padahal bagi penyandangnya mereka juga ingin dihargai, dan betapa sakit ketika mendapatkan perlakuan yang tak adil.




http://iphincow.wordpress.com/tag/kisah-inspiratif/

2 komentar:

Randy mengatakan...

emang harus di hargai dengan materi ya? harusnya kelinci itu dihargai dengan perlakuan yg sama, bukan dengan harga ( uang ) yang sama :D

just my opinion, not offense :D

ZIGA BOUTIQUE mengatakan...

itu hanya untuk ibarat sajja mz randy, mksudnya kekurangan bukan berati mereka harus dianggap remeh dan tidak dihargai (dlm bentuk apapun itu) tapi mereka harus diberi perlakuan yg sm seperti kelinci2 yg lain, :)